Caleg Mejeng
Pesta demokrasi akan berlangsung sekitar dua bulan lagi. Saat itulah para caleg legislatif dan DPD akan melihat tingkat akseptabilitas masyarakat kepadanya.
Tentu hal itu sedikit banyak dipengaruhi oleh usaha yang kini dilakukannya. Mulai pembuatan stiker, spanduk, iklan, sumbangan, sponsorship even kegiatan, bakti sosial dan masih banyak lagi.
Sejauh ini mereka hanya mengiklankan melalui sarana iklan. Atau paling tidak mengikuti
acara yang diadakan beberapa stasiun televisi. Jarang terdengar ada caleg yang berusaha bertatap muka secara langsung, melalui mimbar bebas, talk show dengan masyarakat perkampungan, anjangsana door to door, atau setidaknya membuka warung diskusi.
Melihat ini semua, ada kekhawatiran pemilu 2009 hanya akan memilih kucing dalm karung.
Masyarakat hanya akan memilih calon yang dipengaruhi oleh kemampuan finansial calon.
Semakin mapan finasial calon/partai setidaknya akan bisa membuat iklan lebih banyak.
Menurut bahasa komunikasi hal tersebut sah sah saja, karena rumus setiap pemilu adalah bahwa setiap calon harus mendapatkan dukungan sebanyak banyaknya.
Tetapi bagi m
asyarakan hal ini akan menimbulkan antipati yang luar biasa. Bagaimana tidak, calon hanya menampakkan wajahnya melalui sebuah spanduk dengan rata rata calon pasang muka manis. :hi: :cool:
Lalu bagaimana sebenarnya kualitas calon. Kemampuan analitisnya, kemampuan komunikasinya, dan kemampuan adaptasinya dengan permasalahan masyarakat. Belum teruji, para pemilih hanya melihat senyumnya dan kata kata indahnya. :hi:
Atribut sangat banyak, karena memang calon sangat banyak. Apalagi dengan cara penandaan kartu surat suara. :mabok: Jadi jangan kecewa, wahai para caleg jika nantipun masyarakat akan tersenyum saat pemilihan. Karena kini kau hanya senyum lewat spanduk. Maka nantipun saat hari H masyarakatpun sedikit yang berpartisipasi.
Posted in Uncategorized
Jangan
sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan
sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak
dapat melupakannya...................




meylya February 25th, 2009 at 11:52 am
bener banged pak edy :ngupil:
[Reply]