Barang Bajakan
Menggunakan barang bajakan sama dengan mencuri, begitu salah satu bunyi iklan yang pernah saya lihat. Ada juga yang membawa bawa fatwa ulama, menggunakan barang bajakan itu haram hukumnya. Lha menurut saya sih, jika orang miskin di miskinkan lagi dengan menutup kemungkinan membeli bajakan, dan menghukumnya, ini sama saja dengan pemaksaan untuk memperkaya orang kaya dengan support dari orang miskin. Duitnya dari mana? Bukankah kesempatan belajar dan mendapat pengetahuan termasuk dari produk dan perangkat lunak, itu hak semua orang? Bukan hanya orang mampu?
Mari kita bayangkan hidup kita, masyarakat Indonesia tanpa software, lagu bajakan:
Ayo kita bayangkan lagi hidup kita di Indonesia tanpa software atau perangkat lunak bajakan. Dengan tak adanya software Microsoft bajakan, hanya segelintir orang saja yang mampu bekerja di kantoran yang biasanya membutuhkan keterampilan minimum word, excel, power point dan outlook. Sebagai pribadi, dari mana banyak orang bisa belajar Microsoft Office software? Tentu kebanyakan dari software bajakan baik di komputer sendiri atau pinjaman, maupun belajar di warnet dan sekolah sekolah
Jika saja produk bajakan tidak dimungkinkan sama sekali, baik karena segi hukum maupun sistimnya,mungkin masyarakat dunia masih akan hidup di jaman batu dan gelap gulita. Banyak dari kita menjadi masyarakat bodoh dan hanya segelintir orang saja yang mampu dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sungguh dunia yang menyeramkan untuk kita hidup, bukan?
Dan mungkin juga perusahaan sekelas Microsoft tidak akan mendunia dan sehebat sekarang, bila kesempatan orang untuk mengambil untuk pelajaran dan ketrampilan dari software melalui bajakannya ini tak dimungkinkan. Begitu juga dengan software-software lain yang berhubungan dengan arsitektur, design, informasi teknologi… Wah, berapa banyak investasi yang seseorang di Indonesia ini harus tanam untuk menjadi pandai dan bisa bersaing dengan dunia luar?
Jadi, bajakan itu baikkan?
Wahai para pemusik dan produser musik Indonesia dan mancanegara, percayalah, jangan takut sama kami kami yang suka konsumsi bajakan. Wong kami tak mampu bayar penuh kok. Masa’ kalian yang sudah kaya raya itu masih mau mengambil keuntungan dari rakyat jelata seperti kami. Tak tega kan? Nah, nantilah kalau kami kaya, tentu tak akan kami beli barang bajakan. Orang orang berduit itu, mana mau mereka membeli musik bajakan, malu dan gengsi dong! Saya yang merupakan bagian dari rakyat jelata saja lebih sering gengsi kok!
Bahkan kalau boleh dibilang, kami ini secara tidak langsung membantu mempopulerkan lagu lagu dan artis secara gerilya melalui senandung di jalan, cerita dari mulut ke mulut, download, mp3, dan bajakan seharga delapan ribu. Pada saat lagu tersebut sudah popular, maka tingkat penjualan cd asli itupun bisa turut terdongkrak. Belum lagi sang artis nya yang semakin popular mempermudahnya mendapat rejeki tambahan dari iklan, talk show, temu muka, radio, tv, dan kuiz ketik Reg.
Coba tengok Michael Heart dengan lagunya We Will Not Go Down. Semula dia ciptakan lagu itu dengan keinginan untuk membantu Palestina, dengan mengutip duit dari para downloader lagu tersebut. Namun saking populernya, lagu tersebut tersebar dengan cepat ke seluruh dunia, tak terkendali, Michael tak melawannya. Sebaliknya dia membuat keputusan yang terbaik. Di situsnya, dia bahkan menulis email yang sangat simpatik kepada para penggemarnya, berterima kasih untuk mempopulerkan lagu tersebut, membiarkan siapapun yang ingin mendownload, gratis!, dan menghimbau siapapun untuk menyisihkan uangnya untuk kepentingan charity, setelah mengunduh musiknya.
Selain efeknya terhadap bantuan ke Palestina, ada efek samping dari tindakan hebat Michael Heart itu. Popularitas lagu dan jati dirinya meningkat. Tidak sedikit Stasiun TV seluruh dunia yang mengutip lagunya untuk background musik video dokumenter tentang Palestina. Dan banyak blog yang memasang mp3 lagu ini di site mereka. Saya berani taruhan, penjualan cd musiknya pasti meningkat di seluruh dunia, bukan hanya dari para penggemar Michael Hart sendiri, tapi juga dari berbagai kalangan yang penasaran dan simpatik dengan pendekatan anak muda ini.
Mengingat implikasi positifnya seperti saya sebutkan diatas, bajakan itu baik, kan?
Posted in Catatanku
Jangan
sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan
sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak
dapat melupakannya...................




galuharya March 30th, 2009 at 1:33 pm
setuju……….
bajakan sangat baik jeng mey :ketawa:
*soalnya ndak mampu beli yang original*
:ketawa:
galuharya’s yang terbaru oleh..Cintai aku…tapi pliss jangan tanpa C
[Reply]