Bulan Purnama
Tadi Malam adalah malam bulan purnama, dan aku melihatnya ketika sore hari pas perjalanan pulang kerja.
Bulan purnama begitu bulat, nyaris sempurna. Keanggunannya membangkitkan rasa pesona yang luar biasa, membuat siapapun menjadi terpikat.
Sudah lama aku tertarik dengan melihat bulan purnama, tapi kemarin petang adalah bulan purnama terindah yang pernah kulihat. Sinarnya berpijar terang, membuat “bingkai” di sekelilingnya menjadi ikut berpendar.
Langit petang itu tampak seperti lukisan. Lukisan yang benar-benar riil. Lukisan yang benar-benar indah.
Tapi lukisan mana yang dapat menjadi lebih baik dari benda aslinya? Seindah-indahnya kuas digoreskan kepada sebidang kanvas putih, hasilnya tak mungkin menyerupai benda aslinya. Hasilnya tak mungkin hidup. Dan seketika itu membuatku berpikir, “Ini adalah mahakarya.”
Lukisan alam memang selalu lebih baik. Lukisan alam memang selalu lebih memikat.
bulan purnama Yang menyinari sekitarnya untuk mempercantik keindahan langit malam. Untuk membuat elok dunia malam, yang ternyata tak selalu soal kejahatan atau kesuraman.
Lukisan langit tadi malam tampak begitu elok.
Posted in Catatanku
Jangan
sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan
sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak
dapat melupakannya...................




dafhy March 12th, 2009 at 4:13 pm
dan disteiap purnama diriku ada di alun2 tuk melihat reyog :ketawa:
dafhy’s yang terbaru oleh..Timpukan itu
[Reply]