Hari Yang Biasa Saja
Seperti biasa tidak ada hal-hal baru yang istimewa, tapi yang berharga banyak, hanya saja aku terlalu asyik untuk tidak peduli dengan semuanya itu. Mereka aneh, aku terpaksa belajar untuk jadi aneh, biar semua orang-orang yang melihatnya termenung. Mereka gak tau apa yang sebenarnya terjadi, mereka hanya melihat apa yang bisa mereka lihat walaupun demikian mereka tidak menggunakan mata yang sebenarnya. Mereka terlalu sibuk dengan diri mereka, mereka gak melihat orang-orang pada rame sibuk mebicarakan mereka. mereka terlalu asyik dengan apa yang telah mereka dapat, tanpa melihat jauh ke depan. Apa mungkin mereka gak dapat melihat? Massa bodooooooooo…..
Sebenarnya manusia itu asyik, mereka juga unik dengan sifat dan tingkah laku mereka, tapi keasyikan dan keunikan itu sering kali hilang ketika manusia itu tidak berjiwa manusia lagi. Nah ketika kita jumpai manusia yang jiwa manusianya tidak ada lagi, tentu kita tidak akan menemukan keasyikan demikian pula dengan keunikan merekan tapi yang kita temui hanyalah, kesombongan.
Ini terjadi di dunia manusia, orang terdekat menjadi jauh lantaran keunikan dan keasyikan manusia itu hilang, kawan menjadi lawan, persahabatanpun terhambat.
Ternyata mahal harga keasyikan dan keunikan itu, tapi manusia sering melupakannya.
Posted in Catatanku
Jangan
sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan
sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak
dapat melupakannya...................




arifudin March 5th, 2009 at 12:40 pm
manusia juga kadang tidak manusiawi :hiks:
arifudin’s yang terbaru oleh..JK bertemu Megakarti
[Reply]