Plurk Wabah Atau Trend?
Selamat Pagi, plurker! 
istilah di atas mungkin biasa kita dapat dari plurk.
demam plurk sepertinya sedang merajalela.
Hampir sama seperti facebook, bagi mereka yang keranjingan plurk, jendela/tab yang hampir pasti tidak pernah di close adalah halaman web plurk (dan facebook).

Sebenernya Kenapa dengan semua ini?
ternyata plurk dapat mengakomodasi beberapa kebutuhan paling mendasar dari manusia.
Apakah itu?
Kebutuhan untuk berbicara, ngobrol. Dalam arti lain adalah kebutuhan untuk bersosialisasi. Kita ini pada dasarnya senang berkomunikasi, mengeluarkan uneg-uneg kita pada orang lain. Atau sekedar mengeluarkan apa yang terlintas dalam pikiran.
Hal ini berkaitan dengan kebutuhan kedua, yaitu kebutuhan untuk ditanggapi, diperhatikan. Respon di plurk datang jauh lebih cepat ketimbang di blog. Plurk yang memberikan fasilitas sound (dan tidak kita matikan), terkadang bunyi *ting* tanda ada update atau response baru terdengar begitu menggoda. Apapun pekerjaan yang dilakukan, diusahakan singgah sejenak melihat halaman plurk. Bahkan tanpa bunyi itu pun, tetap saja sebentar-sebentar ngecek plurk.
Semakin kesini sepertinya manusia semakin keranjingan untuk ‘stay connected‘. Dari ketemu langsung, telpon, sms, sampai Internet.
apakah ini sebuah fenomena? Dimana bumi rasa-rasanya tidak lagi sebesar dulu…
Posted in Uncategorized

Jangan
sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan
sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak
dapat melupakannya...................




dafhy April 17th, 2009 at 4:13 pm
tapi sering interaksi lewat plurk interaksi di dunia nyata sering di tinggalkan :mabok::mabok:
dafhy’s yang terbaru oleh..Sang Kesatria
[Reply]