Nyanyian Negeri

Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Itulah slogan lama dihembus berulang-ulang. namun prakteknya tidaklah demikian. Tidak apa. Belum ada yang mempertanyakan. Juga tatkala dogma “suara rakyat ialah suara Tuhan” pun ditiupkan. Timbul retorika itu Tuhannya siapa –rakyat yang mana. Jawaban berputar-putar entah di mana. Maka munculah “tukang kibul” di sana sini. Menebar janji mendulang simpati. Namun, keagungan nilai gotong-royong yang ‘doeloe’ membuat jaya negeri sendiri kenapa dianggap usang –justru dimasukkan ke kantong safari. Betapa ironis. Praktek nilai gotong-royong ditafsirkan bokong sing dioyong-oyong (maaf : pantat yang dibawa-bawa). Makanya banyak pejabat tertangkap di hotel sedang oyong-oyong bokong wanita.
Tatkala uang dan popularitas mengalahkan segalanya. Orang-orang berlomba menuju (kekuasaan) dengan segenap cara. Tidak perduli modal tak ada moral entah ke mana. Biarlah sabet kanan kiri. Kalau duduk pasti kembali. Asal pandai-pandai menyikapi. Semua mimpi bakalan jadi. Begitulah tafsir demokrasi merebak kian ke mari. Manakala usai pesta demokrasi silakan menghitung berapa jumlah orang sakit gigi, stress, bahkan ada pula bunuh diri. Itulah dampak yang memang sudah diprediksi.
Itulah yang terjadi. Masalah pendidikan seolah-olah sulit diatasi. Korupsi seperti ilalang ditebas tumbuh lagi. Sengaja ada pembiaran kemiskinan bermodus penggusuran di sana sini. Sebab, katanya itu adalah paket komoditi untuk jualan pada saat kampanye.
Suatu hari pada temaram senja. Ketika surya purnama jatuh di tengah gelap samudera. Nan jauh di sana terdengar sayup nyanyian tua ‘Bagimu Negeri. Itulah yang kini tengah terjadi. Entah sampai kapan semua ini akan berakhir.
Posted in Uncategorized
kalo kayak gitu yang salah siapa yah..apa memang karakter orang2 indo memang kayak gitu ya? 


koq dadi ngoyong-oyong buokong togh…??
alhamdulillah, akhirnya saya bisa ketemu mbak meylya pink, hehehe…

bokong
kapan negara mikir nasib rakyat…
Jangan
sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan
sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak
dapat melupakannya...................




muchtar May 11th, 2009 at 3:59 pm
BackGroundnya Tambahin Satu Lagi, Gambar Si Kancil….! Kanil kan Suka Nyuri, Nha Sama Kaya Koruptor Koruptor Sejati Indonesiwa
muchtar’s yang terbaru oleh..Forum Dinsanak Satoe
[Reply]