Gak Penting
Aku mengikutimu sampai pintu depan. Kamu bilang, “Sampai ketemu.” Kedua matamu mengisyaratkan perpisahan.
Aku lantas mencoba untuk mengeluarkan gumaman-gumaman panjang. Aku tersenyum dan mengangguk. Aku pikir, mungkin ini kali terakhir aku melihatmu. Tapi mungkin juga tidak. Walau begitu, aku tetap melambaikan tanganku padamu. Aku menolak untuk menatap punggungmu yang menjauh, dan memilih untuk membuang pandangan darimu. Aku terdiam, berpikir mungkin aku sudah kehilangan.
Aku kini lebih memilih untuk diam dan merenungkan semuanya dengan diriku sendiri. bukan dengan orang lain. Berbicara dengan orang lain hanya akan menciptakan parade omong kosong dan bumerang. Aku sudah berhenti dengan kegiatan mencari-cari alasan dalam rangka mencari pembenaran atas keputusan-keputusanku. Aku berhenti beropini tanpa diminta dan aku berhenti percaya pula pada pendapat orang-orang. Aku berhenti menulis ketika sebelumnya aku berhenti membaca lebih dulu. Aku berhenti percaya pada para pengarang. Kata-kata mereka seperti sampah yang mengotori kepalaku saja.
Ketika aku mencoba membangun sebuah keyakinan akan sesuatu, maka sesuatu yang lain menumbangkannya kembali. Aku lantas membangunnya kembali, tetapi lantas aku tumbangkan kembali. Bangun, lantas tumbang, demikianlah seterusnya.
sakit atau tidak sakit, sekarang atau besok, sendiri atau bersama. Aku masih akan tetap hidup dan aku masih akan tetap merasa bahagia karena aku memilih untuk begitu.
Posted in Catatanku
tetep semangad

Sejak pertemuan itu, spirit of Java ku bergetar…

Jangan
sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan
sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak
dapat melupakannya...................




pakne galuh January 14th, 2010 at 1:58 pm
lagi melow yah mey,enek opo tho nduk?
cup..cup..cuppp sini peluk Om
pakne galuh´s last blog ..Edit login page hotspot mikrotik 
[Reply]